Jurnal

Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

 

Oleh

M.Djafar

(Penyelidik Bumi Dinas ESDM Sul-Sel)

 


Indonesia sebagai Negara maritim sudah dikenal sejak dahulu; semboyan Jalasveva Jayamahe (di laut kita jaya) merupakan simbol untuk menunjukkan bagaimana kejayaan dan kemakmuran serta kekayaan yang dimiliki Bangsa Indonesia. Simbol ini sudah tersohor ke seluruh belahan dunia melalui ketangguhan dan keuletan Bangsa Indonesia di laut.  Kekayaan Sumber daya hayati maupun non hayati yang terdapat di perairan laut dan pesisir Nusantara menjadi modal dasar dalam pergerakan kemajuan Indonesia di mata Dunia. Meskipun demikian, kekayaan non hayati  termasuk di dalamnya sumber daya mineral di perairan laut Indonesia khususnya yang berada di Indonesia Timur hingga saat ini belum banyak yang tersentuh, padahal potensi kekayaan alam tersebut sungguh sangat melimpah. Berbagai upaya telah dilakukan untuk memaksimalkan  informasi tentang kekayaan alam tersebut baik melalui berbagai penelitian maupun eksploitasi langsung. Berkaitan dengan hal itu pada kesempatan ini diketengahkan sekelumit tentang  kekayaan sumber daya mineral dan energi yang ada di Indonesia Timur;khususnya yang berada di perairan Teluk Bone yang oleh beberapa penelitian yang telah dilakukan cukup menjanjikan untuk dikelola menjadi salah satu sumber devisa bagi Negara.

Teluk Bone secara geografis merupakan wilayah laut yang membelah dua Propinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara; memiliki letak yang strategis bagi ke dua wilayah; memiliki kekayaan alam yang cukup banyak dan menjanjikan untuk dikelola. Keadaan topografi bawah laut yang membentang menunjukkan kedalam yang bervariasi dengan kedalaman perairan laut terdalam dapat mencapai 3000 meter yang berada disekitar perairan Kepulauan Selayar bagian timur; sementara perairan dangkal berada disekitar pesisir dengan kedalaman kurang dari 200 meter. Keragaman bentuk topografi tersebut menjadi salah satu parameter terhadap terakumulasinya sumber daya mineral dan energi yang terdapat di perairan Teluk Bone. Beberapa fenomena alam seperti kegempaan maupun fenomena alam lainnya seperti faktor oseanografi cukup kompleks di daerah Teluk Bone. Beberapa peristiwa yang sering terjadi di daerah tersebut dapat menjadi salah satu objek penelitian bagi beberapa tenaga ahli baik dari dalam maupun luar negeri; seperti yang telah dilakukan melalui riset-riset di atas kapal Baruna jaya, Geomarin, maupun jenis kapal riset lainnya. Hasil yang diperoleh dari berbagai penelitian tersebut cukup mengagumkan dan banyak menghasilkan data dan informasi yang sangat dibutuhkan baik dalam perencanaan eksploitasi maupun dalam mengambil suatu kebijakan dalam pemanfaatannya.

Akibat dari peristiwa tektonik  pada beberapa waktu yang lampau; terbentuknya stratigrafi daerah Teluk Bone merupakan bagian dari beberapa mandala  yang membentuk Pulau Sulawesi. Adanya aktivitas fenomena alam tersebut memberi peluang tersedianya aneka cadangan sumber daya mineral dan energi; seperti pembentukan dan tersedianya cadangan hidrokarbon yang cukup banyak; yang dapat menghasilkan banyak cadangan minyak dan gas bumi; baik yang ada daerah perairan maupun di daratan; seperti yang terdapat di Desa Gilireng; Kabupaten Wajo. Cadangan gas yang terdapat di daerah tersebut hingga saat ini telah dimanfaatkan untuk berbagai keperluan seperti listrik maupun digunakan untuk kebutuhan gas khususnya di Kabupaten Wajo yang bila memungkinkan dapat mensuplay hingga beberapa tempat sekitarnya. Posisi cadangan Migas tersebut diduga menjebar hingga ke perairan Sulawesi Tenggara. Dipesisir Pantai Teluk Bone di bagian dalam diperkiran terdapat sejumlah cadangan gas-gas rawa yang penyebarannya cukup luas. Munculnya gas-gas rawa tersebut umumnya berada pada daerah sekitar hutan bakau. Keberadaan gas-gas rawa tersebut  sesuai dengan manfaat dan jumlah cadangannya dapat dikelola dengan baik, meskipun cadangannya diperkirakan terbatas.

Pada sisi lain perairan Teluk Bone;banyak menerima limpahan material yang berasal dari rombakan batuan dari daratan melalui beberapa sungai besar maupun kecil. Aliran sungai – sungai tersebut banyak membawa material-material terutama material logam yang produktif. Peristiwa ini telah berlangsung pada kurun waktu yang cukup lama; sehingga di perairan Teluk Bone dapat menjadi daerah dengan deposit mineral-mineral berharga yang cukup banyak. Terjadi penumpukan beberapa material logam yang hingga saat ini belum terjamah; terutama di perairan Teluk Bone bagian dalam (sekitar perairan jazirah Luwu).  Selain material sedimen logam yang terbawa melalui media sungai; pada daerah tersebut juga merupakan paparan yang merupakan terusan dari daratan yang mengandung batuan ofiolit yang kaya akan mineral logam berharga lainnya.

Berdasarkan atas hasil penelitian dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Indonesia (BPPT),  yang melakukan survey laut melalui Kapal riset Baruna jaya beberapa tahun sebelumnya menunjukkan bahwa pada perairan Teluk Bone bahagian dalam terdapat beberapa mineral logam berharga seperti emas, Tembaga, Mangan, Nikel,Kromit dan beberapa mineral logam dasar lainnya. Pada daerah perairan bagian tengah Teluk Bone banyak mineral-mineral seperti mangan, tembaga,Kromit dan nikel. Di perairan pantai Sulawesi Tenggara banyak terdapat mineral-mineral berat seperti Kromit, Mangan,Nikel;  Selain mineral logam tersebut juga di daerah pesisir terendapkan beberapa material lain seperti pasir laut,batuan dan material lain yang dapat dikembangkan untuk menunjang pembangunan infrastruktur yang terdapat di daerah pesisir. Cadangan sejumlah mineral logam tersebut cukup banyak untuk dapat dikelola dan dikembangkan dengan baik dengan tidak meninggalkan regulasi yang berlaku.

Di sektor energi, perairan Teluk Bone berhembus angin  dengan kecepatan yang cukup kuat untuk menghasilkan energi. Hembusan angin tersebut diperkirakan akan berlipat ganda dengan adanya hembusan angin yang berbalik arah terutama pada daerah Teluk Bone bagian dalam. Hembusan angin yang bergerak secara dinamis; merupan modal untuk pemanfaatan energi bayu yang semakin dikembangkan saat ini. Hembusan angin diperairan di Teluk Bone akan membawa dampak terbangkitnya gelombang laut yang dikenal memiliki gelombang yang tinggi sehingga berpotensi untuk dikembangkan menjadi energi alternatif. Penggunaan energi bayu sangat ditunjang pada saat musim barat atau musim hujan. Rata-rata gelombang laut yang terbangkitkan oleh energi bayu mempunyai tinggi kurang lebih 3 meter. Daerah yang memungkinkan untuk momen demikian dapat terjadi di daerah Kabupaten Bulukumba, Selayar, Sinjai dan Bantaeng.  Penggunaan energi alternatif seperti energi bayu maupun sumber energi lain sangat dibutuhkan; terutama pada daerah terpencil dimana pemakaian energi listrik tidak dapat memenuhi kebutuhan mereka tentang listrik.

Berdasarkan fakta-fakta yang telah dikemukakan di atas, maka sudah sepantasnya daerah Perairan Teluk Bone dapat dimanfaatkan dan dikembangkan lebih lanjut. Bentangan perairan laut yang  luas dan dalam serta fenoema alamnya; dapat memberi peluang yang besar terhadap perencanaan pembangunan di daerah pesisir termasuk di dalamnya pelaksanaan pembangunan smelter di daerah pesisir Teluk Bone. Hal ini sejalan dengan disepakatinya program terpadu kerjasama antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara didalam menjadikan Perairan Teluk Bone menjadi sentra pengembangan Sumberdaya Mineral dan Energi .Diharapkan dengan memperbanyak kajian yang mendalam tentang potensi perairan Teluk Bone akan memberi informasi yang baik guna memaksimalkan kekayaan yang dimiliki wilayah maritim Indonesia sehingga dapat memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap program pengoptimalan kemaritiman  untuk kemajuan bangsa yang telah dicanangkan oleh duet Bapak Jokowi-JK sebagai program unggulan pemerintah yang sedang bekerja.

   *) Penyelidik Bumi Madya pada Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi

    Sulawesi Selatan.

    Alamat  : Jl.AP.Pettarani Makassar (Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Sul-Sel)

    HP        ; 081342258974

 

 

 

INFORMASI SEKRETARIAT

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prev Next

BULETIN “GEO ENERGI”

BULETIN  “GEO ENERGI”

BULETIN  “GEO ENERGI”Edisi Khusus 2015-2016 Gambaran Umum Tentang Berbagai Program dan Kegiatan Dinas Energi Dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sulawesi Selatan Dalam Rentang Periode 2015 - 2016 dituangkan Dalam Bentuk Pembuatan...

Read more

Pengusaha Pertambangan Mengikuti Seminar Lelang

Pengusaha Pertambangan Mengikuti Seminar Lelang

Kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan  pemahaman peserta terkait pelaksanaan Permen ESDM No. 28/Tahun 2013, tentang tata cara lelang wilayah izin usaha  pertambangan dan wilayah izin usaha pertambangan khusus pada kegiatan...

Read more

KAWASAN KARST MADELLO DAN PERANANNYA DALAM FUNGSI EKOLO…

KAWASAN KARST MADELLO DAN PERANANNYA DALAM FUNGSI EKOLOGIS

KAWASAN KARST MADELLO DAN PERANANNYA DALAM FUNGSI EKOLOGIS Oleh : Misykah Amalia Abstrak Kawasan Karst merupakan ekosistem yang terbentuk dalam kurun waktu ribuan tahun, tersusun atas batuan karbonat (batukapur/batugamping) yang mengalami...

Read more

110 Usaha Tambang Di Sulsel "Bandel"

110 Usaha Tambang Di Sulsel "Bandel"

Dinas Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Sulsel mencatat baru 15 perusahaan tambang di daerah ini rutin melaporkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP). PNBP meliputi royalti (operasi produksi) bahan galian eksplorasi serta...

Read more

SULSEL EXPO 2016

SULSEL EXPO 2016

PAMERAN PEMBANGUNANTAHUN 2016 Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke- 71, salah satu bentuk partisipasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yakni melaksanakan kegiatan Pameran. Pada tahun ini pameran yang...

Read more

JURNAL

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prev Next

GEOWISATA TANA TORAJA (UTARA) MENYAMBUT “LOVELY DECEMB…

GEOWISATA TANA TORAJA (UTARA) MENYAMBUT  “LOVELY DECEMBER”

Oleh Nataniel CJ.Tappi *) Sebagai salah satu daerah andalan  Propinsi Sulawesi Selatan di sektor pariwisata ; Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara memiliki banyak  potensi sumber daya alam yang menarik untuk...

Read more

MINERAL DAN ENERGI DALAM PUSARAN KEMARITIMAN TELUK BONE

MINERAL DAN ENERGI DALAM PUSARAN KEMARITIMAN TELUK BONE

  Oleh M.Djafar (Penyelidik Bumi Dinas ESDM Sul-Sel)   Indonesia sebagai Negara maritim sudah dikenal sejak dahulu; semboyan Jalasveva Jayamahe (di laut kita jaya) merupakan simbol untuk menunjukkan bagaimana kejayaan dan kemakmuran serta kekayaan...

Read more

MENGENAL POTENSI PANAS BUMI KANANDEDE KECAMATAN LIMBON…

MENGENAL POTENSI PANAS BUMI KANANDEDE  KECAMATAN LIMBONG KAB.LUWU UTARA

OLEHNATANIEL CJ.TAPPI*) I.PENDAHULUAN Kebutuhan pada sektor energi hingga saat ini menjadi salah satu tulang punggung dalam upaya  dapat menopang laju pembangunan yang semakin genjar dilaksanakan baik oleh pemerintah maupun elemen masyarakat lain...

Read more

PENANGGULANGAN BENCANA GERAKAN TANAH BERBASIS MASYARA…

 PENANGGULANGAN  BENCANA GERAKAN TANAH BERBASIS MASYARAKAT

oleh : Slamet Nuhung Penyelidik Bumi Madya   1. PENDAHULUAN   Gerakan tanah merupakan peristiwa alam yang sering terjadi di berbagai wilayah di Indonesia, biasanya dimusin hujan. Dari sebagian kejadian gerakan tanah...

Read more

EKSPLORASI UMUM BAHAN GALIAN LEUSIT

EKSPLORASI UMUM BAHAN GALIAN LEUSIT

EKSPLORASI UMUM BAHAN GALIAN LEUSIT DI KABUPATEN BARRU Oleh : Ryandi Januar Pratama, ST Staf / Fungsional Umum Bidang Geologi dan SDM Dinas ESDM Prov Sulsel   PENDAHULUAN Mineral leusit merupakan bahan galian industri yang...

Read more

 DINAS ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

Jalan : A. P. Pettarani Telp. (0411) 873045 – 873624 – 874467 Fax (0411) 873524 (Hunting) 875543

MAKASSAR Kode Pos 90222