Jurnal

Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

OLEH
NATANIEL CJ.TAPPI*)



I.PENDAHULUAN


Kebutuhan pada sektor energi hingga saat ini menjadi salah satu tulang punggung dalam upaya  dapat menopang laju pembangunan yang semakin genjar dilaksanakan baik oleh pemerintah maupun elemen masyarakat lain. Salah satu potensi sumber daya alam yang tersedia dalam kaitannya dengan upaya penyediaan energi adalah terdapat sumber daya panas bumi (geothermal).   Di Sulawesi Selatan khususnya di beberapa kabupaten /kota diduga menyimpan cadangan potensi panas bumi yang cukup besar. 

Salah satu daerah di Sulawesi Selatan yang memiliki potensi Panas bumi adalah di  Kabupaten Luwu utara. Di Kabupaten Luwu utara khususnya yang berada di Kecamatan Limbong; keberadaan panas bumi berdasarkan atas penyelidikan sebelumnya berada di Desa Kanandede. Diharapkan dengan keterdapatan indikasi panas bumi di daerah ini dapat menjadi peluang untuk memperoleh sumber energi yang dapat dikembangkan lebih lanjut.

Beberapa kegiatan penyelidikan telah dilakukan di daerah ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam mengungkap keberadan potensi panas bumi di daerah Kanandede. Penyelidikan tersebut diantaranya adalah Van Bemellen (1949); Saiful Bahri dan Muziel Alzwar (1975); T.O.Simanjuntak,dkk (1991); N. Ratman dkk (1993) dan Tim Penyidik dari Direktorat Inventarisasi Sumber Daya Mineral (DIM) Bandung (1992).
 
II. GEOLOGI DAERAH PENYELIDIKAN

Keadaan bentang alam daerah penyelidikan umumnya dapat dibagai atas bentuk morfografi,morfogenetik. Berdasarkan keadaan tersebut maka daerah penyelidikan sebagian besar merupakan; satuan  Morfologi Pegunungan, Morfologi perbukitan.

Morfologi pegunungan memanjang ke arah utara hingga Sulawesi Tengah dan Kab. Toraja Utara. Bentang alam ini menyebar di wilayah Kecamatan Seko, Rampi,dan Limbong. Wilayah ini berada hingga ketinggian > 2000 meter diatas permukaan laut. Batuan dasarnya berupa batuan gunungapi dan intrusi granit.

Satuan morfologi perbukitan  mendiami pada daerah bagian selatan dan mengarah ke timur. Satuan morfologi ini sebagian besar masih menampakkan bentuk aslinya .Pada satuan morfologi tersebut sebagian telah berubah sebagai lahan pemukiman ,peladangan yang berpindah-pindah. Sungai-sungai yang bersumber di daerah pegunungan mengalir melewati daerah ini terus  ke daerah pedataran dan bermuara di Teluk Bone. Pola alirannya dendrit.

Terdapatnya pola aliran subdendritik menyebabkan pembentukan  air terjun dibeberapa tempat,terutama di daerah pegunungan, aliran sungai yang deras, serta dengan memperhatikan dataran yang agak luas di bagian selatan peta dan adanya perkelokan sungai utama, semuanya menunjukkan morfologi dewasa.

Stratigrafi wilayah Kabupaten Luwu Utara dapat dilihat dalam Peta Geologi Regional lembar Malili. Berdasarkan peta tersebut dijelaskan susunan batuan penyusun Kabupaten Luwu Utara sekaligus menjadi dasar dalam komposisis batuan di daerah panas bumi. Adapun satuan batuan yang terdapat di daerah ini adalah sebagai berikut: Satuan Formasi Latimojong (TKI) satuan batuan ini terdiri dari batusabak, kuarsit, filit, batupasir kuarsa, batuan malihan dan pualam. Batusabak berwarna kelabu kehitaman, filit berwarna merah kecoklatan, kuarsit berwarna putih   kehijauan, mampat   dan   keras.   Batuan   malihan (batupasir dan batulempung) umumnya berwarna putih kelabu sampai kecoklatan. Batulempung gampingan berwarna kelabu muda, keras dan mengandung fosil.

Pualam berwarna putih kelabu;berbutir halus, keras dan mampat. Satuan batuan ini diperkirakan berumur Kapur Akhir dengan lingkungan pengendapan pada laut dalam.

Formasi Toraja (Tets) terdiri atas ;serpih batupasir sisipan konglomerat dan batugamping. Batupasir kuarsa, berwarna putih kelabu muda, coklat kemerahan, berbutir sedang - kasar.  Konglomerat   kuarsa   berwarna   putih  kelabu;membundar tanggung-baik;komponennya berupa kuarsa dan sedikit sedimen malihan. Serpih berwarna kelabu kecoklatan; setempat bersisipan batugamping kelabu agak keras dan tak mengandung fosil. Batu lanau berwarna kelabu muda sampai kelabu tua. Pelapukan berwarna merah kecoklatan. Batugamping bioklastik; berwarna putih kehijauan sampai kelabu;pejal. Pelapukan batuan ini berwarna merah dan berfosil. Satuan batuan ini diperkirakan berumur Eosen Tengah-Eosen Akhir.


Satuan kompleks Pompangeo(MTmp); terletak di bagian timur ; penyebaran ke arah utara - selatan. Satuan batuan tersebut merupakan satuan metamorf terdiri dari ; sekis, geneiss, kuarsit dan filit. Penyebaran batuan ini cukup sulit membedakannya. Hal ini disebabkan tingkat pelapukan batuan cukup tinggi, dimana singkapan yang utuh jarang ditemukan.

Satuan Gunungapi Lamasi; satuan ini terletak di bagian tengah, barat daya dan di bagian selatan. Penyebaran terpisah dan   menempati   wilayah  perbukitan dan pegunungan.  tufa dan setempat xenolit dan tufa. Pada beberapa tempat mengandung sulfide tembaga. Tufa berupa tufa hijau, tufa sela dan tufa lapilli. Satuan batuan Gunungapi Lamasi diterobos oleh intrusi granit yang dapat menyebkan terjadinya permineralan. Satuan batuan ini diambil dari anggota satuan batugamping yang berumur Oligosen – Miosen.

Satuan kompleks Pompangeo(MTmp); terletak di bagian timur ; penyebaran ke arah utara - selatan. Satuan batuan tersebut merupakan satuan metamorf terdiri dari ; sekis, geneiss, kuarsit dan filit. Penyebaran batuan ini cukup sulit membedakannya. Hal ini disebabkan tingkat pelapukan batuan cukup tinggi, dimana singkapan yang utuh jarang ditemukan.

Satuan Gunungapi Lamasi; satuan ini terletak di bagian tengah, barat daya dan di bagian selatan. Penyebaran terpisah dan   menempati   wilayah perbukitan dan pegunungan.  tufa dan setempat xenolit dan tufa. Pada beberapa tempat mengandung sulfide tembaga. Tufa berupa tufa hijau, tufa sela dan tufa lapilli. Satuan batuan Gunungapi Lamasi diterobos oleh intrusi granit yang dapat menyebkan terjadinya permineralan. Satuan batuan ini diambil dari anggota satuan batugamping yang berumur Oligosen – Miosen.

Satuan Batuan Gunungapi Tineba; sebaran batuan terpisah-pisah terletak di bagian utara dan barat daya. Satuan batuan ini berada pada wilayah pegunungan. Satuan batuan Gunungapi Tineba terdiri dari lava andesit, basal, dan latit kuarsa. Lava andesit berwarna kelabu dan kenampakan fisiknya massif. Basal berwarna abu-abu kehitaman dengan struktur bantal(lava flow). Latit berwarna putih abu-abu, tekstur hypokristalin dengan dominasi mineral kuarsa. Satuan batuan ini berumur Miosen.

Satuan batupasir Formasi Sekala; terletak di bagian barat laut. Penyebarannya pada daerah timur barat. Satuan batuan ini terdiri dari pasir, tufa serpih, batupasir gampingan dengan sisipan breksi, lava dan konglomerat. Kenampakan fisik berwarna hijau hingga kelabu kehijauan, berlapis baik dan bersifat tufaan serta massif.Sisipan lava konglomerat dan breksi umumnya bersusun andesit dan basal. Satuan batuan ini berumur Oligosen – Miosen Awal.
Satuan Granit Kambuni; terletak di bagian tengah dengan penyebaran dapat mencapai 30% luas daerah penyelidikan. Satuan batuan ini termasuk dalam kelompok batuan granit yang terdiri dari granit, granodiorit, fenolit dan diorite. Kenampakan fisik berwarna kelabu.  


3. WILAYAH PANAS BUMI KECAMATAN LIMBONG
Pada da

sarnya sistem panas bumi  yang terjadi di bawah permukaan; merupakan hasil dari proses perpindahan panas. Baik yang terjadi secara konduksi maupun konveksi Sistem hidrogeologi daerah panas bumi merupakan salah satu bagian dari sistem hidrogeologi umumnya dimana proses perpindahan panas terjadi secara konveksi.  Pada konteks sistem hidrgeologi panas bumi ;air yang meresap kedalam tanah secara vertikal melalui batuan berpermiabilitas tinggi kemudian tertransportasi secara horizontal. 


Bila air meteorik berjumpa dengan sumber panas (hot rock) maka akan terjadi perpindahan panas yang menyebabakan perubahan fisik pada air. Dalam hal ini air tersebut tidak lagi turun ke bawah melainkan mengalami perubahan temperatur, volume bertambah dan tekanan juga bertambah akibatnya air tersebut berusaha untuk mencari celah untuk menuju kekeadaan kestabilannya. Pada daerah vulkanik biasanya ditemukan adanya struktur seperti sesar yang merupakan zona lemah dan menciptakan rekahan-rekahan yang memberi peluang bagi naiknya air panas ke permukaan.

Pada proses transportasi air panas ke permukaan, sebagian berubah menjadi uap panas dan sebagian lagi terjebak pada batuan impermeabilitas. Air panas yang keluar kepermukaan dalam bentuk mata-mata air maupun  merupakan hasil dari proses perpindahan panas. Baik yang terjadi secara konduksi maupun konveksi Sistem hidrogeologi daerah panas bumi merupakan salah satu bagian dari sistem hidrogeologi umumnya dimana proses perpindahan panas terjadi secara konveksi.  Pada konteks sistem hidrgeologi panas bumi ;air yang meresap kedalam tanah secara vertikal melalui batuan berpermiabilitas tinggi kemudian tertransportasi secara horizontal. 

Bila air meteorik berjumpa dengan sumber panas (hot rock) maka akan terjadi perpindahan panas yang menyebabakan perubahan fisik pada air. Dalam hal ini air tersebut tidak lagi turun ke bawah melainkan mengalami perubahan temperatur, volume bertambah dan tekanan juga bertambah akibatnya air tersebut berusaha untuk mencari celah untuk menuju kekeadaan kestabilannya. Pada daerah vulkanik biasanya ditemukan adanya struktur seperti sesar yang merupakan zona lemah dan menciptakan rekahan-rekahan yang memberi peluang bagi naiknya air panas ke permukaan.

Pada proses transportasi air panas ke permukaan, sebagian berubah menjadi uap panas dan sebagian lagi terjebak pada batuan impermeabilitas. Air panas yang keluar kepermukaan dalam bentuk mata-mata air maupun uap air;    kemudian     tertransportasi di permukaan dan pada suatu tempat  kemudian meresap kedalam tanah yang pada akhirnya akan membentuk siklus hidrogeologi panas bumi lagi. Proses Hidrogeologi panas bumi tidak terlepas dari adanya bentuk morfologi lapangan panas bumi. Morfologi perbukitan biasanya merupakan daerah zona pengisian (Zone recharge).

Manifestasi panas bumi di daerah penyelidikan berupa mata air panas yang terdapat di daerah kanandede dengan panas yang spesifik menjadikan daerah ini untuk berbagai prospek. Sumber panas bumi tersebut kemunculannya dipermukaan berada pada tebing-tebing bukit dan pada daerah dinding sungai yang bermuara di Sungai Rongkong. Adapun sumber air panas tersebut telah dimanfaatkan untuk kebutuhan objek wisata alam. Daerah tersebut merupakan satu lokasi hamparan ladang panas bumi   memberikan manifestasi berupa mata air panas, tanah panas dan Uap panas.  Tempratur bervariasi antara 45 derajat celcius hingga mencapai 104 derajad celcius
                 
 

 
 



DAFTAR PUSTAKA
1.Djuri dan Sudjatmiko,.1998, Peta Geologi Lembar Majene dan Bagian Barat Lembar Palopo,Sulawesi Selatan., Departemen Pertambangan dan Energi, Direktorat Jenderal Pertambangan Umum , Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, skala 1:250.000, Bandung.
2.Joni W., Muhammad  Kholid ;  2011 ;  Survey    Magnetotellurik   Daerah
Panas Bumi Limbong Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan; Prosiding Hasil Kegiatan  Pusat Sumber Daya Geologi; Pusat Sumber Daya Geologi, Badan Geologi ;Kementeriaan Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia; Bandung.
3.Kusbini, et al, 1992, Laporan Penyelidikan Geologi Terpadu Kabupaten Dati II Tana Toraja ., Bidang Geologi dan Sumberdaya  Mineral., Provinsi Sulawesi Selatan,Kantor Wilayah Pertambangan dan Energi Provinsi Sulawesi Selatan dan Tenggara, Ujung Pandang
4.Ratman, Rab. Dan Atmawinata.S,,1993, Peta Geologi Lembar Mamuju Sulawesi Selatan, Departemen Pertambangan dan Energi, Direktorat Pertambangan Umum, Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, skala 1:250.000, Bandung
 
 


*)Penyelidik Bumi Madya Dinas ESDM Propinsi Sulawesi Selatan

INFORMASI SEKRETARIAT

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prev Next

CAPAIAN INDIKATOR KINERJA SASARAN STRATEGIS

CAPAIAN INDIKATOR KINERJA SASARAN STRATEGIS

CAPAIAN INDIKATOR KINERJA SASARAN STRATEGIS DINAS ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL PROVINSI SULAWESI SELATAN TAHUN 2013 - 2015

Read more

ESDM Temukan 384 Tambang Liar

ESDM Temukan 384 Tambang Liar

Meningkat 54% MAKASSAR, UPEKS.co.id -- Tambang liar terus bertambah di Provinsi Sulsel. Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulsel mencatat, sepanjang 2015 lalu tambang liar meningkat 54% atau 122 tambang...

Read more

KETIKA PRODUKTIVITAS JANGKA PENDEK LEBIH MENJANJIKAN

KETIKA PRODUKTIVITAS JANGKA PENDEK LEBIH MENJANJIKAN

KETIKA PRODUKTIVITAS JANGKA PENDEK LEBIH MENJANJIKAN( ALIH FUNGSI LAHAN PADA LERENG-LERENG G.BAWAKARAENG )Oleh :Misykah Amalia Masalah lingkungan hidup yang banyak dihadapi sekarang merupakan masalah ekologi manusia. Tingginya kebutuhan hidup dan gaya...

Read more

Izin Operasi Tambang Pengemplang Pajak Akan Dicabut

Izin Operasi Tambang Pengemplang Pajak Akan Dicabut

Uang Negara ratusan juta rupiah bias diselamatkan jika perusahaan taat bayar pajak Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Luwu, Amang Usman, mengatakan pihaknya sudah mendata sejumlah perusahaan pertambangan yang dinilai membandel...

Read more

Pengusaha Pertambangan Mengikuti Seminar Lelang

Pengusaha Pertambangan Mengikuti Seminar Lelang

Kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan  pemahaman peserta terkait pelaksanaan Permen ESDM No. 28/Tahun 2013, tentang tata cara lelang wilayah izin usaha  pertambangan dan wilayah izin usaha pertambangan khusus pada kegiatan...

Read more

JURNAL

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prev Next

GEOWISATA TANA TORAJA (UTARA) MENYAMBUT “LOVELY DECEMB…

GEOWISATA TANA TORAJA (UTARA) MENYAMBUT  “LOVELY DECEMBER”

Oleh Nataniel CJ.Tappi *) Sebagai salah satu daerah andalan  Propinsi Sulawesi Selatan di sektor pariwisata ; Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara memiliki banyak  potensi sumber daya alam yang menarik untuk...

Read more

GEOLOGI LINGKUNGAN

GEOLOGI LINGKUNGAN

OLEH : MUH. JAFAR 1. PENDAHULUAN Geologi Lingkungan merupakan cabang ilmu geologi yang mempelajari interaksi antara alam yang disebut lingkungan geologis (geological environment) dengan aktivitas manusia yang bersifat timbal balik. Geologi Lingkungan...

Read more

MINERAL DAN ENERGI DALAM PUSARAN KEMARITIMAN TELUK BONE

MINERAL DAN ENERGI DALAM PUSARAN KEMARITIMAN TELUK BONE

  Oleh M.Djafar (Penyelidik Bumi Dinas ESDM Sul-Sel)   Indonesia sebagai Negara maritim sudah dikenal sejak dahulu; semboyan Jalasveva Jayamahe (di laut kita jaya) merupakan simbol untuk menunjukkan bagaimana kejayaan dan kemakmuran serta kekayaan...

Read more

EKSPLORASI UMUM BAHAN GALIAN LEUSIT

EKSPLORASI UMUM BAHAN GALIAN LEUSIT

EKSPLORASI UMUM BAHAN GALIAN LEUSIT DI KABUPATEN BARRU Oleh : Ryandi Januar Pratama, ST Staf / Fungsional Umum Bidang Geologi dan SDM Dinas ESDM Prov Sulsel   PENDAHULUAN Mineral leusit merupakan bahan galian industri yang...

Read more

MENGENAL POTENSI PANAS BUMI KANANDEDE KECAMATAN LIMBON…

MENGENAL POTENSI PANAS BUMI KANANDEDE  KECAMATAN LIMBONG KAB.LUWU UTARA

OLEHNATANIEL CJ.TAPPI*) I.PENDAHULUAN Kebutuhan pada sektor energi hingga saat ini menjadi salah satu tulang punggung dalam upaya  dapat menopang laju pembangunan yang semakin genjar dilaksanakan baik oleh pemerintah maupun elemen masyarakat lain...

Read more

 DINAS ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

Jalan : A. P. Pettarani Telp. (0411) 873045 – 873624 – 874467 Fax (0411) 873524 (Hunting) 875543

MAKASSAR Kode Pos 90222