Informasi Umum

Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

LAPORAN KINERJA (LKj)

DINAS ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

PROVINSI SULAWESI SELATAN

TAHUN 2015

 

 

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas Rahmat -Nya sehingga penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKj) Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sulawesi Selatan untuk tahun anggaran 2015 dapat diselesaikan. Kami mengharapkan LKj ini dapat menjadi salah satu bahan evaluasi terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan dan selanjutnya menjadi pertimbangan dalam menyusun dan melaksanakan program kegiatan. Namun disadari bahwa dalam penyusunan LKj untuk tahun anggaran 2015 masih membutuhkan koreksi, untuk itu saran dan pendapat dari semua pihak sangat diharapkan sehingga penyusunan LKj di masa mendatang dapat lebih disempurnakan, terima kasih.

 

BAB I

PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang

Dalam rangka terselenggaranya tata kelola Pemerintahan yang baik  (Good Governance) diperlukan pengembangan dan penerapan sistem pertanggungjawaban yang tepat, jelas, terukur dan legitimate sehingga penyelenggaran pemerintahan memberikan dampak serta manfaat terhadap masyarakat yang merupakan perwujudan dari akuntabilitas kinerja, dengan mengacu pada Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), yang menegaskan dilaksanakannya suatu rangkaian sistematik dari berbagai kegiatan dan prosedur yang dirancang untuk tujuan penetapan dan pengukuran, pengumpulan data, pengklasifikasian, pengikhtisaran, dan pelaporan kinerja pada instansi pemerintah, dalam rangka pertanggungjawaban dan peningkatan kinerja instansi pemerintah yang meliputi Rencana Strategis, Perjanjian Kinerja, Pengukuran Kinerja, Pengelolaan Data Kinerja, Pelaporan Kinerja Reviu dan Evaluasi Kinerja . Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral adalah lembaga yang memiliki peran strategis dalam mengawal terwujudnya penyelenggaraan pemerintahan daerah di Provinsi Sulawesi Selatan, sehingga perlu menetapkan arah kebijakan berdasarkan pada isu strategis yang berkembang saat ini. Adapun isu strategis saat ini telah ditetapkan dalam Rencana Strategis tahun 2013 – 2018 yang telah di revisi kembali sesuai dengan revisi RPJMD Provinsi Sulawesi Selatan. 

Dalam implementasinya, pelaporan adalah bagian dari SAKIP yang merupakan pelaporan atas pertanggungjawaban pelaksanaan Tugas yang menjelaskan secara ringkas dan lengkap tentang capaian Kinerja yang disusun berdasarkan materi yang disajikan dalam LAPORAN KINERJA ini disusun dengan berpedoman pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara  dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.

Dengan adanya mekanisme SAKIP melalui Laporan Kinerja Instansi Pemerintah, yang sekaligus sebagai perwujudaan pemenuhan kewajiban pertanggungjawaban dalam upaya memberikan informasi yang memadai atas penyelenggaraan tugas Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2015.

 

B.  Tugas Pokok Dan Fungsi

Tugas pokok dan fungsi Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sulawesi Selatan diatur berdasarkan UU No.45 Tahun 2008 yaitu mempunyai tugas pokok melaksanakan kewenangan desentralisasi, dekonsentrasi dan tugas pembantuan serta kewenangan yang tidak atau  belum dapat dilaksanakan oleh Kab/Kota dibidang energi dan sumber daya mineral sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Susunan Struktur Organisasi Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sulawesi Selatan terdiri dari :

1) Kepala Dinas (Eselon IIa)

2) Sekretaris (Eselon IIIa)

    a. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian  (Eselon IVa)

    b. Sub Bagian Program (Eselon IVa)

    c. Sub Bagian Keuangan (Eselon IVa)

3) Bidang Pertambangan (IIIa)

    a. Seksi Pengusahaan Pertambangan (Eselon IVa)

    b. Seksi Bimbingan Teknis Pertambangan (Eselon IVa)

    c. Seksi Konservasi Lingkungan Pertambangan (Eselon IVa)

4) Bidang Geologi dan Sumber Daya Mineral (Eselon IIIa)

   a. Seksi Air Tanah, Air Permukaan dan Panas Bumi (Eselon IVa)

    b. Seksi Geologi dan Tata Lingkungan (Eselon IVa)

    c. Seksi Sumber Daya Mineral dan Batubara (Eselon IVa)

5) Bidang Listrik dan Pemanfaatan Energi (Eselon IIIa)

    a. Seksi Pengusahaan Ketenagalistrikan dan Pemanfaatan Energi (Eselon IVa)

    b. Seksi Bimbingan Usaha Ketenagalistrikan dan Pemanfaatan Energi (Eselon IVa)

    c. Seksi Konservasi Lingkungan Ketenagalistrikan (Eselon IVa)

6) Bidang Minyak dan Gas Bumi (Eselon IIIa)

    a. Seksi Pengusahaan Minyak dan Gas Bumi (Eselon IVa)

    b. Seksi Bimbingan Teknis Minyak dan Gas Bumi (Eselon IVa)

    c. Seksi Lindungan dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi (Eselon IVa)

7) Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Jasa Laboratorium Energi dan Sumber Daya Mineral (Eselon IIIa)

    a. Sub Bagian Tata Usaha (Eselon IVa)

    b. Seksi Jasa Laboratoris (Eselon IVa)

    c. Seksi Jasa Data dan Sistem Informasi Geologi (Eselon IVa)

8) Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Jasa Eksplorasi Energi dan Sumber  Daya Mineral (Eselon IIIa)

    a. Sub Bagian Tata Usaha (Eselon IVa)

    b. Seksi Jasa Peralatan Pemboran dan Eksplorasi (Eselon IVa) 

    c. Seksi Jasa Teknis dan Produksi (Eselon IVa)

9) Kelompok Jabatan Fungsional

 

Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral

"menyelenggarakan urusan di bidang energi dan sumber daya mineral kegeologian berdasarkan azas desentralisasi, dekonsentrasi dan tugas perbantuan"

Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai fungsi :

  1. Perumusan kebijakan teknis di bidang pertambangan meliputi geologi dan sumberdaya mineral, pertambangan, Listrik dan pemanfaatan energi, minyak dan gas bumi, air tanah ;
  2. Penyelenggaraan urusan pertambangan dan energi dan pelayanan umum di bidang geologi dan sumber daya mineral, pertambangan, listrik dan pemanfaatan energi, minyak dan gas bumi serta air tanah;                  
  3. Pembinaan dan penyelenggaraan tugas di bidang pertambangan dan energi meliputi geologi dan sumber daya mineral, pertambangan, listrik dan pemanfaatan energi, minyak dan gas bumi, serta air tanah;
  4. Penyelenggaraan tugas lain yang  diberikan oleh Gubernur sesuai dengan tugas dan fungsinya;

 

C. Sumber Daya Manusia

Sumber Daya Manusia pada Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sulawesi Selatan per 31 Desember 2015 sebanyak 127 Orang PNS dengan kualifikasi sebagai berikut :

A. BERDASARKAN TINGKAT PENDIDIKAN :

1. Pendidikan Sekolah Dasar                    : 1 Orang

2. Pendidikan Sekolah Menengah Pertama : 2 Orang

3. Pendidikan SLTA/STM/SMEA                  : 18 Orang

4. Pendidikan Sarjana Muda/D3                 : 3 Orang

5. Pendidikan Sarjana/S1                         : 70 Orang

6. Pendidikan Pasca Sarjana/S2                : 33 Orang

B. BERDASARKAN JABATAN STRUKTURAL :

1. Eselon II.a                                          : 1 Orang

2. Eselon III.a                                         : 7 Orang

3. Eselon IV.a                                          : 21 Orang

C. BERDASARKAN JABATAN  FUNGSIONAL  

1. Penyidik Bumi                                      : 9 Orang

2. Inspektur Tambang                              : 4 Orang

3. Inspektur Ketenagalistrikan                   : 1 Orang

4. Inspektur Migas                                    : 1 Orang

D. KOMPETENSI JENJANG KEPANGKATAN

1.   Golongan  IV.d                                   : 1 Orang

2.   Golongan  IV.c                                   : 1 Orang

3.   Golongan  IV.b                                   : 11 Orang

4.   Golongan  IV.a                                   : 21 Orang

5.   Golongan  III.d                                   : 33 Orang

6.   Golongan  III.c                                   : 18 Orang

7.   Golongan  III.b                                   : 15 Orang

8.   Golongan  III.a                                   : 9 Orang

9.   Golongan  II.d                                    : 2 Orang

10. Golongan  II.c                                     : 8 Orang

11. Golongan  II.b                                     : 7 Orang

12. Golongan  II.a                                     : - Orang

13. Golongan  I.b                                      : 1 Orang

JUMLAH                                                    : 127Orang

 

BAB II

PERENCANAAN KINERJA

 

A. Rencana Strategis Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sulawesi Selatan

 

1. Visi

Berdasarkan arahan umum Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2013 - 2018, tugas dan fungsi Dinas  Energi dan Sumberdaya Mineral, serta permasalahan yang dihadapi dalam pembangunan Energi dan Sumberdaya Mineral dalam lima tahun kedepan, maka visi Dinas Energi dan Sumberdaya Mineral Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2013 - 2018 dalam penyelenggaraan pembangunan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah :

“ Energi dan Sumber Daya Mineral Sulawesi Selatan sebagai Salah Satu Pilar Utama Akselerasi Kesejahteraan Rakyat “

Rumusan Visi Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sulawesi Selatan tersebut mengandung pengertian sebagai berikut :

  1. Potensi Energi dan Sumber Daya Mineral merupakan potensi Negara yang apabila dikelola secara bijaksana akan menjadi modal utama pembangunan ekonomi Sulawesi selatan.
  2. Pilar utama akselerasi kesejahteraan Rakyat adalah kondisi suatu negara dan daerah bertumpu pada nilai ekonomi Energi dan Sumberdaya Mineral yang akan mempercepat peningkatan kesejahteraan rakyat.

 

2. Misi

Untuk mewujudkan visi yang telah ditetapkan, maka suatu organisasi harus merumuskan misi. Misi organisasi adalah identifikasi tentang langkah-langkah utama yang akan diambil untuk mendukung pencapaian visi. Misi dalam hal ini dimaksudkan sebagai upaya pokok yang ditentukan untuk dapat mewujudkan kondisi/keadaan yang diharapkan visi. Adapun misi Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Selatan adalah sebagai berikut :

  1. Meningkatkan eksplorasi dan pemetaan geologi, penyediaan  dan pemanfaaatan sumber daya mineral, batubara, migas dan panas bumi yang berkelanjutan dan optimalisasi pemanfaatan / konservasi air tanah serta pemetaan bencana alam geologi.
  2. Meningkatkan penyediaan, pembinaan, pengawasan, konservasi dan diversifikasi pemanfaatan sumber daya energi dan ketenagalistrikan untuk menunjang pertumbuhan industri serta rasio elektrifikasi dan rasio desa berlistrik.
  3. Meningkatkan pembinaan dan pengawasan pengelolaan usaha pertambangan mineral dan batubara, perlindungan lingkungan, keselamatan dan kesehatan kerja, konservasi, peningkatan nilai tambah komoditas tambang serta penertiban Pertambangan Tanpa Izin (PETI).
  4. Meningkatkan kesadaran dan profesionalisme kinerja dan kepastian hukum bagi sektor energi dan sumber daya mineral.
  5. Meningkatkan koordinasi pembinaan dan pengawasan terhadap distribusi migas,keselamatan dan kesehatan kerja, lingkungan usaha migas, dan pelumas serta melakukan analisa kebutuhan bahan bakar minyak dan gas persektor pengguna.
  6. Meningkatkan pelayanan jasa teknis, peralatan survey, pemboran, eksplorasi dan analisis laboratorium serta pengembangan Sistem Informasi Geografis (SIG) geologi, sumber daya mineral, batubara, air tanah, migas dan ketenagalistrikan 

 

3. Tujuan

Tujuan Pembangunan Energi dan Sumber Daya Mineral Sulawesi Selatan dalam menjalankan Misi untuk mencapai Visi yaitu :

a. Terlaksananya pengelolaan usaha pertambangan yang baik dan benar.

b. Meningkatkan akses informasi dan kualitas pelayanan infrastruktur.

c. Terpenuhinya kebutuhan energi masyarakat berbasis energi baru terbarukan dan konservasi energi.

 

4. Sasaran

Adapun sasaran pembangunan Energi dan Sumber Daya Mineral Sulawesi Selatan yaitu:

a. Meningkatnya hasil produksi mineral dan batubara.

b. Tersedianya data/ informasi geologi, sumber daya mineral, batubara, dan panas bumi serta eksplorasi dan penyediaan air tanah.

c. Tersedianya infrastruktur sumur bor yang dapat menunjang kebutuhan air tanah masyarakat.

d. Meningkatnya rasio desa berlistrik.

e. Tersedianya sumber energi alternatif.

 

5. Program

Untuk melaksanakan Pembangunan Energi dan Sumber Daya Mineral Sulawesi Selatan selama periode 2013-2018, maka ditetapkan program yang terkait erat dalam upaya pencapaian pembangunan Energi dan Sumber Daya Mineral di Sulawesi Selatan yaitu :

a. Program Kedaulatan Energi.

b. Program Pemetaan dan Penyelidikan Geologi, Sumber Daya Mineral, Batubara, dan Panas Bumi serta Eksplorasi dan Penyediaan air Tanah.

c. Program Peningkatan Upaya dan Konservasi Pertambangan dan Mineral.

d. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran.

e. Program Peningkatan Kapasitas dan Kinerja SKPD.

f.  Program peningkatan Pengembangan Sistem Perencanaan dan sistem Evaluasi Kinerja SKPD.

 

B. Perjanjian Kinerja 

Penetapan kinerja adalah komitmen terhadap pencapaian kinerja yang menjabarkan rencana kegiatan dan target kinerja tahunan yang di perjanjikan oleh Organisasi untuk dicapai dalam tahun yang bersangkutan. Untuk Tahun Anggaran 2015 di uraikan sebagai berikut : 

 

 

C. Indikator Kinerja Utama 

Indikator Kinerja utama yang secara langsung menunjukkan kinerja yang akan dicapai oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sulawesi Selatan dalam lima tahun mendatang sebagai komitmen untuk mendukung pencapaian tujuan dan sasaran RPJMD, adalah :

 

 

BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA

 

A. Capaian Kinerja

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKj) Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2015 ini disusun dengan mengacu pada Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja Dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintahdimana pada bab ini disajikan capaian kinerja organisasi untuk setiap pernyataan kinerja sasaran strategis Organisasi sesuai dengan hasil pengukuran kinerja organisasi.

Laporan Kinerja IDinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sulawesi Selatan adalah pewujudan pertanggung jawaban atas pencapaian visi dan misi organisasi yang telah ditetapkan dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Untuk itu, Evaluasi terhadap Kinerja melalui mekanisme pertanggungjawaban perlu dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan Program/kegiatan berimplikasi terhadap kinerja atau pencapaian sasaran Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral. Untuk setiap pernyataan kinerja sasaran strategis tersebut dilakukan analisis capaian kinerja sebagai berikut :

1. Membandingkan antara target dan realisasi kinerja tahun ini;

2. Membandingkan antara realisasi kinerja serta capaian kinerja tahun ini dengan tahun lalu dan beberapa tahun terakhir;

3. Membandingkan realisasi kinerja sampai dengan tahun ini dengan target jangka menengah yang terdapat dalam dokumen perencanaan strategis organisasi;

4. Membandingkan realisasi kinerja tahun ini dengan standar nasional (jika ada);

5. Analisis penyebab keberhasilan/kegagalan atau peningkatan/penurunan kinerja serta alternatifsolusi yang telah dilakukan;

6. Analisis atas efisiensi penggunaan sumber daya;

7. Analisis program/kegiatan yang menunjang keberhasilan ataupun kegagalan pencapaian pernyataan kinerja.

Tabel Capaian Indikator Kinerja Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Tahun 2015

 

B. Analisis Akuntabilitas  Kinerja

Pelaksanaan program/kegiatan Dinas Energi dan sumber daya mineral tahun 2015 sesuai dengan penetapan kinerja yang telah dilakukan, maka untuk mengevaluasi sasaran, program dan kegiatan yang telah ditetapkan dapat diketahui dengan melihat indikator-indikator yang terkait dengan sasaran, program dan kegiatan yang telah ditetapkan. Penjelasan prestasi kinerja pembangunan energi dan sumber daya mineral sepanjang tahun 2015 sebagai berikut : 

Sasaran 1 :  "Meningkatnya Rasio Desa Berlistrik"

Hasil evaluasi capaian kinerja sasaran Meningkatnya Rasio Desa Berlistrik dengan satu indikator kinerja yaitu persentase desa berlistrik, mendapatkan angka capaian kinerja sasaran sebesar 99,1 %

Hasil pengukuran capaian kinerja sasaran Meningkatnya Rasio Desa Berlistrik dapat dilihat pada tabel berikut :

 

Persentase desa berlistrik pada tahun 2015 terealisasi sebesar 90,2 % dari target sebesar 91 % sehingga capaiannya adalah sebesar 99,1 %

Pada tahun 2015,  masih terdapat 295 desa yang masih belum teraliri listrik non PLN, dari total desa yang direncanakan akan teraliri listrik non PLN sebanyak 260 desa. Inilah yang kemudian menyebabkan sehingga persentase capaian kinerja hanya mencapai 90,2 %.

Selanjutnya terkait dengan realisasi indikator kinerja sasaran per tahun terhadap target kinerja RPJMD pada tahun 2015 dapat dilihat pada tabel berikut :

Sasaran "Meningkatnya Rasio Desa Berlistrik" ini dapat dicapai melalui program Pembinaan dan Pengembangan Desa Mandiri Energi" yang kemudian direvisi melalui Renstra Perubahan menjadi  program Kedaulatan Energi.

Adapun realisasi anggaran yang digunakan untuk mencapai sasaran tersebut sebesar Rp 3.229.070.203,00 dari total anggaran sebesar Rp 3.369.653.500,00 atau 95,83 % dari target anggaran. Selanjutnya dari realisasi anggaran sebesar 95,83 % jika dibandingkan dengan rata-rata capaian kinerja sasaran sebesar 90,2 %, maka terdapat efisiensi penggunaan sumber daya dalam mencapai sasaran tersebut.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pencapaian sasaran tersebut adalah dikarenakan adanya pemekaran desa dalam wilayah Provinsi Sulawesi Selatan.

 

Sasaran 2 : "Tersedianya Sumber Energi Alternatif"

Hasil evaluasi capaian kinerja sasaran Tersedianya sumber energi alternatif dengan satu indikator kinerja yaitu Jumlah bio energi yang terbangun, mendapatkan angka capaian kinerja sasaran sebesar 100 %

Hasil pengukuran capaian kinerja sasaran Tersedianya sumber energi alternatif dapat dilihat pada tabel berikut :

 

Jumlah bio energi yang terbangun pada tahun 2015 terealisasi sebanyak 270 Unit dari target sebanyak 270 Unit sehingga capaiannya adalah sebesar 100 %

Pada tahun 2015,  telah terbangun 270 unit bio gas yang tersebar di 9 kabupaten masing-masing :

Selanjutnya terkait dengan realisasi indikator kinerja sasaran per tahun terhadap target kinerja RPJMD pada tahun 2015 dapat dilihat pada tabel berikut :

Sasaran "Tersedianya sumber energi alternatif" ini dapat dicapai melalui program Pembinaan dan Pengembangan Desa Mandiri Energi" yang kemudian direvisi melalui Renstra Perubahan menjadi  program Kedaulatan Energi.

Adapun realisasi anggaran yang digunakan untuk mencapai sasaran tersebut sebesar Rp 2.317.834.160,00 dari total anggaran sebesar Rp 2.346.943.500,00 atau 98,76 % dari target anggaran. Selanjutnya dari realisasi anggaran sebesar 98,76 % jika dibandingkan dengan rata-rata capaian kinerja sasaran sebesar 100 %, maka terdapat efisiensi penggunaan sumber daya dalam mencapai sasaran tersebut.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pencapaian sasaran tersebut adalah semakin optomalnya sinergitas hubungan diantara stakeholder dalam hal ini Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sulawesi Selatan, Humanistisch Intituut Voor Ontwikkelings Samenwerking Regional Office South East Asia (HiVOS) serta masyarakat setempat yang mendapatkan bantuan.

Sasaran 3 : "Tersedianya Data/ Informasi Geologi, Sumber Daya Mineral, Batubara, dan Panas Bumi Serta Eksplorasi dan Penyediaan Air Tanah"

Hasil evaluasi capaian kinerja sasaran Tersedianya Data/ Informasi Geologi, Sumber Daya Mineral, Batubara, dan Panas Bumi Serta Eksplorasi dan Penyediaan Air Tanah dengan dua indikator kinerja yaitu Luas wilayah Pemetaan dan Cadangan Sumber Daya, mendapatkan angka capaian kinerja sasaran untuk indikator Luas wilayah pemetaan sebesar 313,4 %. Adapun indikator Cadangan sumber daya, capaiannya kinerja sasarannya sebesar 154,4 % .

Hasil pengukuran capaian kinerja sasaran Tersedianya Data/ Informasi Geologi, Sumber Daya Mineral, Batubara, dan Panas Bumi Serta Eksplorasi dan Penyediaan Air Tanah dapat dilihat pada tabel berikut :

Luas wilayah pemetaan pada tahun 2015 terealisasi seluas 15.672 Hektar dari target seluas 5.000 Hektar sehingga capaiannya adalah sebesar 313,4 %. sedangkan untuk indikator cadangan sumber daya pada tahun 2015 terealisasi sebanyak 386.100.150 Ton dari target sebanyak 250.000.000 Ton, sehingga capaiannya adalah sebesar 154,4 %.

Pada tahun 2015,  terkait dengan indicator kinerja ini maka beberapa hasil yang telah dicapai adalah Optimalisasi pemanfaatan data dan informasi geologi lingkungan untuk pengembangan tata ruang wilayah, data kelayakan mineral dan investasi di Kab. Sidrap, Enrekang, dan Pinrang; Bimtek  Mitigasi Bencana Geologi di Makassar, Bimtek Informasi Geologi lingkungan dalam perencanan pembangunan wilayah di kota Makassar, Penyelidikan Bahaya Gerakan Tanah di Sinjai Barat, dan Pemetaan Zona kerentanan Gerakan Tanah di Kabupaten Sinjai Tengah. 2) Pemetaan dan penyelidikan sumberdaya mineral dan batubara di Kab. Pangkep dan Kab. Barru sehingga Tersedia data dasar mengenai potensi bahan galian kromit di sekitar daerah Bulu Moreno serta kemungkinan penggunaannya dan tatacara penambangan sebagai bahan baku industry refraktoris, bahan baku industry metalurgi, dan industry kimia. 3) Data potensi panas bumi  di Kabupaten Bone Sulawesi Selatan 4) Data Informasi kondisi cekungan Air Tanah di kab. Barru dan Gowa 5) Pemetaan Geologi Kawasan Karst dilaksanakan di Kab. Enrekang dan Kab. Tana Toraja yang memiliki potensi karst yang cukup menarik jika dikembangkan sebagai daerah wisata dan laboratorium alam. Lokasi kawasan karst di wilayah ini, menyebar di bagian tengah memanjang dari selatan ke utara pada jalur jalan protocol yang menghubungkan kedua daerah tersebut, penyebaran lokasi lainnya terdapat pada bagian barat dan setempat-setempat di bagian timur daerah ini. Pemetaan di fokuskan di Gua Patumang dan Mata Air di Desa Baroko Kec. Baroko Kab. Enrekang dan Fenomena Kars di Kampung Torre serta mata air Tilanga' di Kelurahan Sarira Kec. Makale Utara.    

Selanjutnya terkait dengan realisasi indikator kinerja sasaran per tahun terhadap target kinerja RPJMD pada tahun 2015 dapat dilihat pada tabel berikut  :

Sasaran "Tersedianya Data/ Informasi Geologi, Sumber Daya Mineral, Batubara, dan Panas Bumi Serta Eksplorasi dan Penyediaan Air Tanah" ini dapat dicapai melalui program Pemetaan dan Penyelidikan Geologi, Sumber Daya Mineral, Batubara, dan Panas Bumi Serta Eksplorasi dan Penyediaan Air Tanah.

Adapun realisasi anggaran yang digunakan untuk mencapai sasaran tersebut sebesar Rp 1.978.629.526,00 dari total anggaran sebesar Rp 2.068.955.000,00 atau 95,63 % dari target anggaran. Selanjutnya dari realisasi anggaran sebesar 95,63 % jika dibandingkan dengan rata-rata capaian kinerja sasaran sebesar 233,90 % maka terdapat efisiensi penggunaan sumber daya dalam mencapai sasaran tersebut.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pencapaian sasaran tersebut adalah terjadinya optimalisasi pelaksanaan tugas oleh para Apartur Sipil Negara pada dinas Energi dan sumber daya Mineral khususnya dalam lingkup bidang Geologi dan SDM sebagai leading sector pelaksanaan program ini.

Sasaran 4 : "Tersedianya Infrastruktur Sumur Bor yang Dapat Menunjang Kebutuhan Air Tanah Masyarakat"

Hasil evaluasi capaian kinerja sasaran Tersedianya Infrastruktur Sumur Bor yang Dapat Menunjang Kebutuhan Air Tanah Masyarakat dengan satu indikator kinerja yaitu jumlah sumur bor yang terbangun, mendapatkan angka capaian kinerja sasaran sebesar 87,5 %.

Hasil pengukuran capaian kinerja sasaran Tersedianya Infrastruktur Sumur Bor yang Dapat Menunjang Kebutuhan Air Tanah Masyarakat dapat dilihat pada tabel berikut :

Jumlah sumur bor yang terbangun pada tahun 2015 terealisasi sebanyak 7 Unit dari target sebanyak 8 Unit sehingga capaiannya adalah sebesar 87,5 %

Pada tahun 2015,  dari 8 lokasi pembangunan sumur bor yaitu :

1. Mesjid An Nu'mang Botto Libu Kel. Batu Kec. Pitu Riase Kab. Sidrap

2. Mesjid Darul Muhlisin Dusun Pamanjengang  Desa Bonto Kassi Ke. Parangloe Kab. Gowa.

3. Dusun Data Desa Lebbae Kec. Citta Kab. Soppeng.

4. Ponpes Tassbeh Baitul Qur'an Kec. Watang Sawitto Kab. Pinrang.

5. SMP Neg 3 Mare Kec. Mare Kab. Bone.

6. Mesjid al-Muhajirin Kabere Desa taulan Kec. Cendana Kab. Enrekang.

7. Mesjid Nurul Israg Desa Bululohe Kec. Rilau Ale Kab. Bulukumba.

8. Ponpes Darul Ihsan Salohe Kec. Sinjai Timur Kab. Sinjai.

Terdapat satu lokasi yaitu di Ponpes Darul Ihsan Salohe Kec. Sinjai Timur Kab. Sinjai yang tidak terealisasi. Inilah yang kemudian menyebabkan sehingga persentase capaian kinerja hanya mencapai 87,5 %.

Selanjutnya terkait dengan realisasi indikator kinerja sasaran per tahun terhadap target kinerja RPJMD pada tahun 2015 dapat dilihat pada tabel berikut :

Sasaran "Tersedianya Infrastruktur Sumur Bor yang Dapat Menunjang Kebutuhan Air Tanah Masyarakat" ini dapat dicapai melalui program Pemetaan dan Penyelidikan Geologi, Sumber Daya Mineral, Batubara, dan Panas Bumi Serta Eksplorasi dan Penyediaan Air Tanah. Adapun realisasi anggaran yang digunakan untuk mencapai sasaran tersebut sebesar Rp 1.863.210.253,00 dari total anggaran sebesar Rp 2.326.795.000,00 atau 80,08 % dari target anggaran. Selanjutnya dari realisasi anggaran sebesar 80,08 % jika dibandingkan dengan rata-rata capaian kinerja sasaran sebesar 87,5 %, maka terdapat efisiensi penggunaan sumber daya dalam mencapai sasaran tersebut.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pencapaian sasaran tersebut adalah akibat kondisi alam dan terbatasnya waktu pelaksanaan kegiatan yang tidak dapat diperpanjang akibat berkhirnya waktu pelaksanaan kegiatan TA. 2015.

Sasaran 5 : "Meningkatnya Hasil Produksi Mineral dan Batubara"

Hasil evaluasi capaian kinerja sasaran Meningkatnya Hasil Produksi Mineral dan Batubara dengan empat indikator kinerja yaitu Jumlah produksi logam, Jumlah produksi non logam, Jumlah produksi batuan, serta Jumlah produksi batubara, mendapatkan rata-rata capaian kinerja sasaran sebesar 68,76 %

Hasil pengukuran capaian kinerja sasaran Meningkatnya Meningkatnya Hasil Produksi Mineral dan Batubara dapat dilihat pada tabel berikut :

 Pada tahun 2015,  terkait dengan indicator kinerja ini maka beberapa hasil yang telah dicapai adalah 1) Pembinaan dan Pengawasan K3  yang difokuskan pada perusahaan pemegang surat izin usaha pertambangan (IUP) operasi produksi yang melakukan penambangan mineral logam, non logam, dan batuan di Kota Pare-pare, Kab. Palopo, Kab. Gowa, Takalar, Bulukumba, Sinjai, Bone, Soppeng, Luwu, Luwu Utara, Toraja Utara, Tana Toraja, Wajo, Sidrap, Pinrang, Bantaeng, Jeneponto, OPangkep, Maros, Barru, Luwu Timur, Enrekang, dan Kep.Selayar; 2) Melaksanakan penertiban terhadap kegiatan pertambangan tanpa izin (PETI) di 23 Kabupaten yaitu : Kab. Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, Selayar, Sinjai, Bone, Soppeng, Wajo, Maros, Pangkep, Barru, Kota Pare-pare, Sidrap, Pinrang, Enrekang, Tana Toraja, Toraja Utara, Kota Palopo, Luwu, Luwu Utara, dan Luwu Timur 3) Melaksanakan pembinaan pengusahaan pertambangan se Sulawesi Selatan terhadap pemegang Izin Usaha Pertambangan Sulawesi Selatan untuk Tahun 2015 berjumlah 680 Izin. 4) Melakukan Pemantauan pengelolaan konservasi dan lingkungan pertambangan di 16 Kabupaten/kota di lokasi kegiatan penambangan baik yang diusahakan perusahaan maupun perorangan yang dimaksudkan untuk member arahan, petunjuk, koreksi secara langsung bila diketemukan pelaksanaan yang tidak sesuai dengan kaidah pertambangan dan peraturan perundangan yang berlaku 5) Penyusunan peta Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) guna mempersipakan data dan informasi  keberadaan potensi mineral dan batubara di Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) agar dapat terlaksana kegiatan usaha pertambangan di Wilayah tersebut yaitu WIUP Bangkalan Barat Kab. Jeneponto, WIUP Biring Bulu Kab. Gowa, dan WIUP Polombangkeng Utara Kab. Takalar 6) Melakukan pengawasan dan pendataan produksi mineral dan batubara. 

Selanjutnya terkait dengan realisasi indikator kinerja sasaran per tahun terhadap target kinerja RPJMD pada tahun 2015 dapat dilihat pada tabel berikut :

Sasaran "Meningkatnya Hasil Produksi Mineral dan Batubara" ini dapat dicapai melalui program Peningkatan Upaya Pengelolaan dan Konservasi Pertambangan Mineral.

Adapun realisasi anggaran yang digunakan untuk mencapai sasaran tersebut sebesar Rp 2.252.616.020,00 dari total anggaran sebesar Rp 2.399.319.280,00 atau 93,89 % dari target anggaran. Selanjutnya dari realisasi anggaran sebesar 93,89 % jika dibandingkan dengan rata-rata capaian kinerja sasaran sebesar 68,76 %, maka terdapat efisiensi penggunaan sumber daya dalam mencapai sasaran tersebut.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pencapaian sasaran tersebut adalah terjadinya optimalisasi pelaksanaan tugas oleh para Apartur Sipil Negara pada dinas Energi dan sumber daya Mineral khususnya dalam lingkup Bidang Pertambangan sebagai leading sector pelaksanaan program ini.

 

C. AKUNTABILITAS KEUANGAN

Dalam pelaksanaan program dan kegiatan berdasarkan tugas dan fungsi serta kewenangan yang ada pada Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sulawesi Selatan tidak lepas dari adanya dukungan pembiayaan/penganggaran. Adapun Sumber pembiayaan pada tahun 2015 yang tertuang di dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sulawesi Selatan adalah sebagai berikut :

a. Pendapatan

Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2015, mempunyai total target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp. 401.000.000,- dengan  realisasi sebesar Rp. 279.300.000,- (69,65%) dengan rincian sebagai berikut :

Untuk menjalankan fungsi pengawasan dan pengendalian intern Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sulawesi Selatan di dalam pelaksanaan anggaran tersebut dilaksanakan melalui monitoring secara langsung di lapangan dan peninjauan langsung ke lokasi-lokasi pelaksanaan kegiatan.

b. Belanja

Untuk tahun 2015 ini, total alokasi belanja Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sulawesi Selatan  sebesar Rp. 41.463.202.935,77,- dan total realisasi sebanyak Rp. 39.820.202.023,- (96,04%), dan realisasi fisik 99,40 % yang terdiri dari :

1) Belanja Tidak Langsung

Total alokasi anggaran untuk belanja tidak langsung pada Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sulawesi Selatan adalah Rp.10.832.372.446,-  dengan realisasi Rp. 10.447.441.865,- (96,45%), dan realisasi fisik 100 %. 

2) Belanja Langsung

Alokasi anggaran untuk belanja langsung Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sulawesi Selatan adalah Rp. 30.630.830.489,77,- dengan realisasi sebesar Rp 29.372.760.158,-   (95,89%) dengan  realisasi  fisik 99,69%.

Gambaran anggaran dan realisasi anggaran Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral yang bersumber pada anggaran APBD TA. 2014 adalah sebagai berikut :

Tabel Anggaran dan  Realisasi Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral TA. 2015

Adapun realisasi keuangan dan fisik berdasarkan program dan kegiatan dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel  . Realisasi keuangan dan Fisik Program dan Kegiatan TA. 2015 

Realisasi Belanja Langsung untuk tahun 2015 yang  tidak mencapai 100 % disebabkan antara lain : 

Kegiatan pemboran di Kabupaten Sinjai tidak dapat terselesaikan akibat kondisi alam dan terbatasnya waktu pelaksanaan kegiatan yang tidak dapat diperpanjang akibat berakhirnya waktu pelaksanaan kegiatan TA. 2015.

Tidak dilaksanakannya Kegiatan Inventarisasi dan Pemetaan Kegiatan Usaha Pertambangan Tanpa Izin (PETI) tahun anggaran 2015 dikarenakan alokasi anggaran untuk pengadaan LCD/Proyektor di tempatkan pada Kegiatan Inventarisasi dan Pemetaan Kegiatan Usaha Pertambangan Tanpa Izin (PETI) yang seharusnya ada pada kegiatan Pengadaan Peralatan Kantor hal ini dimaksudkan untuk mendukung prinsip tertib penganggaran.

 

D. Pelaksanaan Program dan Kegiatan 2015

1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran. Untuk mewujudkan pelaksanaan program ini dialokasikan anggaran sebesar Rp. 2.048.470.998,77,- dan realisasi keuangan mencapai Rp. 2.035.445.680,- dengan realisasi fisik 100 %  dan realisasi keuangan 99,36 % yang diarahkan untuk terwujudnya pelayanan administrasi perkantoran yang prima. Hasil yang dicapai adalah : 1) tersusunnya laporan pelaksanaan administrasi ketatausahaan sebanyak 1 dokumen 2) laporan hasil jasa pelayanan ketatausahaan laboratorium sebanyak 1 dokumen, pembuatan host pot dan visual hologram 3) Tersedianya jasa layanan administrasi pemakaian peralatan yang cepat, pelaksanaan workshop eksplorasi air tanah dengan metode geolistrik.

2. Program Peningkatan Kapasitas dan Kinerja SKPD. Untuk mewujudkan pelaksanaan program ini dialokasikan anggaran Rp. 11.804.185.750,- dan realisasi keuangan mencapai Rp. 11.470.106.053,- dengan realisasi fisik 100 %  dan realisasi keuangan 97,17 % yang diarahkan untuk meningkatkan kapasitas dan kinerja Dinas ESDM. Hasil yang dicapai adalah : 1) Pengadaan peralatan kantor yang terdiri dari alat listrik dan elektronik untuk kantor, dokumen administrasi tender, peralatan kebersihan dan bahan pembersih kantor, bahan percontohan, surat kabar/majalah, pengadaan tabung pemadam kebakaran, pengadaan almari, pengadaan AC dan perlengkapannya, pengadaan komputer pc, Laptop dan kelengkapannya, pengadaan printer, pengadaan meja kerja, kulkas, pengadaan televisi, pengadaan krey jendela, pengadaan kamera, lcd/proyektor, pengadaan soun system, pengadaan alat GPS; 2) data base kepegawaian untuk peningkatan kinerja aparatur 3) Pelaksanaan sensus barang daerah, pengelolaan barang daerah, penyediaan bahan bakar untuk kendaraan dinas, penyedian telepon, penyediaan air, penyediaan listrik kantor, pemeliharaan kendaraan bermotor, pemeliharaan jaringan listrik kantor, pemeliharaan bangunan gedung tempat kerja, pemeliharaan bangunan gedung tempat tinggal (rumah dinas), pemeliharaan alat kantor, pemeliharaan alat komunikasi, pengadaan jasa konsultasi pengawasan teknis pembangunan fisik dan perencanaan Main Entrance Gedung Utama, 4) penyertaan pegawai mengikuti diklat yaitu Diklat Pengaturan dan Pengawasan Kegiatan Usaha Hilir Migas di Cepu 1 orang, Diklat ToT di bandung 2 Orang, Diklat Teknis Uji Laik Operasi (ULO) PLTMH di Jakarta 1 Orang, Sidang penilaian angka kredit jabatan fungsional penyelidik bumi 1 orang, Bimtek dan Ujian Sertifikasi Barang/Jasa Pemerintah di Makassar 3 Orang, Diklat Teknis Perencanaan Energi Daerah Level I di Jakrta 1 Orang, Pelaksanaan Kunjungan Kerja Ke Prov. Jabar 4 Orang, Diklat Penyelidik Bumi Pertama di Bandung 2 Orang, Diklat Penyusunan Dokumen Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah di makassar 2 Orang  5) Pelaksanaan Konsultasi Kajian, Bimtek Perawatan dan Pemeliharaan Instalasi Biogas di Makassar dengan peserta 50 orang, Bimtek Reklamasi dan Konservasi Bahan Galian di Makassar dengan peserta 50 orang, Bimtek Informasi Geologi Lingkunga Untuk Pengembangan Wilayah di Makassar dengan peserta 70 orang, Bimtek Reklamasi dan Konservasi bahan Galian di Kab. Pangkep dengan peserta 50 orang, Sosialisasi Rencana Umum Energi Nasional dan Regional Jangka Menengah di Kota Pare-pare dengan peserta 50 orang, Bimtek Pembutan dan Pemeliharaan Imnstalasi Biogas di Kab. Sidrap dengan peserta 50 orang, Sosialisasi dan Rapat Koordinasi tentang P3D sector ESDM sebagai tindak lanjut UU No.23 tahun 2014 di Kota Makassar  dengan peserta 70 orang   6) Pengadaan Pakaian Dinas dan Atributnya berupa Pakaian Dinas Harian (PDH) sebanyak 120 pasang, pengadaan pakaian khusus yang terdiri dari Pakaian Olah raga120 pasang, Pakaian Korpri 120 pasang  7) Penyebarluasan Informasi Energi dan SDM dengan penyusunan buku dokumen informasi energy dan sumber daya mineral, promosi melalui iklan media massa, surat kabar, dan elektronik, dokumentasi layanan masyarakat melalui media, Keikutsertaan pada pameran Pekan Raya SulSel 2015 di Celebes Convention Center Makassar; Pameran Pembangunan SulSel 2015, Partisipasi pada kegiatan Pekan Raya Jakarta 8) Pengembangan pusat data dan system informasi mineral dan energy dalam dengan pembuatan Artikel bidang energy dan SDM, 9) Pengadaan sarana dan prasarana perpustakaan berupa Almari dan AC beserta perlengkapannya 10) Promosi jasa UPTD Jasa Eksplorasi di instansi pemerintah, industry dan perusahaan pertambangan di  kab/kota seSulSel; Bimtek Metode Eksplorasi bahan galian mineral non logam dengan peserta sebanyak 40 orang, dan pengadaan hoist crone 3 ton 11) Memberikan jasa peminjamam peralatan pemboran dan eksplorasi di Kab. Maros, Pangkep, Barru, Pare-pare, Sidrap, Bulukumba, Bantaeng dan Sinjai; pengecekan kondisi dan pemeliharaan  peralatan pemboran dan eksplorasi serta pengadaan dan penataan peralatan pemboran eksplorasi berupa pengadaan baterai alat geolistrik, Roll Meter 100 m 2 buah, Radio SSB 2 buah, Chain Block 5 ton 3 unit, Assesoris Bor Teknik = Standar penetraration test (SPT) 1 set, Water Swipe dan Hosting Plug ukuran  AW, NQ, BQ masing masing 1 unit,  Clamp Catok 1 unit, Pelaksanaan 2 kali workshop pengoperasian dan pemeliharaan sumur bor air tanah di Kota Pare-pare dengan peserta sebanyak 35 orang dan di Kab. Bone 31 orang   12) Pelaksanaan workshop dasar pengoperasian mesin bor air tanah di Kota Makassar dengan peserta sebanyak 21 orang dan bimtek metode eksplorasi bahan galian mineral dengan peserta sebanyak 40 orang 13) Persiapan akreditasi laboratorium dan analisis  unsur kimia air 14) Peningkatan Pelayanan Jasa Pembuatan Peta Digital dan SIG; Pengembangan WebGIS ESDM SulSel dalam bentuk Website GIS dengan Peta Regional Citra Satelite, World Terrain, National Geographuic, Peta intern tematik ESDM; pelaksanaan Bimtek Sistem Informasi Geografis 15) termanfaatkannya regulasi untuk peningkatan kualitas pemahaman bidang energi dan sumber daya mineral, melakukan penyebarluasan kepada kabupaten/kota  mengenai produk hukum bidang pertambangan dan energi tahun 2014, mengumpulkan, menyusun dan membuat buku himpunan peraturan ESDM Tahun 2015, serta melakukan sosialisasi peraturan perundang-undangan tentang pertambangan sabanyak 3 kali yang dilaksanakan di Kab/ Kota Provinsi Sulawesi Selatan dengan peserta sebanyak 50 orang tiap Kabupaten 16) melaksanakan promosi dan pengenalan UPTD jasa lab.

3. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Perencanaan dan Sistem Evaluasi Kinerja. Untuk mewujudkan pelaksanaan program ini dialokasikan anggaran sebesar Rp. 1.042.052.961,- dan realisasi keuangan mencapai Rp. 1.025.833.659,- dengan realisasi fisik 100 %  dan realisasi keuangan 98,44 % yang diarahkan untuk meningkatkan system perencanaan dan system evaluasi kinerja SKPD. Hasil yang dicapai adalah : 1) Laporan Capaian Kinerja dan Keuangan 2) 4 Dokumen yang terdiri dari RKA Pokok, DPA Pokok, RKA Perubahan dan DPA Perubahan 3) 3 Dokumen yaitu Renja, LAKIP dan Laporan Tahunan 4) Pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi Program dan Kegiatan Bidang ESDM.

4. Program Pembinaan dan Pengembangan Desa Mandiri Energi. Untuk mewujudkan pelaksanaan program ini dialokasikan anggaran Rp. 8.941.051.500,- dan realisasi keuangan mencapai Rp. 8.746.918.967,- dengan realisasi fisik 100 %  dan realisasi keuangan 97,83 % yang diarahkan untuk meningkatkan Rasio Elektrifikasi agar dapat memenuhi kebutuhan listrik desa terpencil yang belum terjangkau listrik PLN, meningkatkan kualitas pengusaha ketenagalistrikan, dan meningkatnya pemahaman dan pemanfaatan sumber energi alternative  Pembuatan PLTMH. Hasil yang dicapai adalah 1) Pembangunan PLTMH di Kab.Sidrap dengan kapasitas 30 Kw, Pengadaan dan pemasangan 88 unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) kapasitas 50 Wp tersebar di Kab. Luwu Timur, pengadaan dan pemasangan 32 unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) kapasitas 50 Wp  tersebar di Kab. Pangkep, bantuan peralatan mekanikal dan elektrikal PLTMH di Kab. Toraja Utara, bantuan peralatan PLTMH di Kab. Luwu Utara, penyusunan study kelayakan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Kab.Takalar, penyusunan study kelayakan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Kab.Wajo; 2) Melakukan bimbingan dan pemahaman kepada pengguna captive power tentang ketentuan administrasi perizinan, standarisasi dan keselamatan kerja pengusahaan ketenagalistrikan sesuai aturan yang dilaksanakan di 23 Kabupaten/Kota; pembangunan yang sifatnya pemberian bantuan peralatan listrik untuk mempercepat elektirifikasi desa yang dilaksanakan di Kab. Bantaeng yang dialokasikan dibeberapa kecamatan yaitu pengadaan dan pemasangan lampu jalan sebanyak  102 set, pengadaan dan pemasangan meterisasi lampu jalan sebanyak 2 unit, pengadaan dan pemasangan tiang listrik sebanyak 20 batang. 3) Pembinaan konservasi dan lingkungan ketenagalistrikan di Kab.Gowa, Takalar dan Kota Pare-pare yang merupakan kegiatan Bimbingan Teknis Konservasi Energi kepada aparat pemerintah daerah sedangkan kegiatan pengawasan lingkungan ketenagalisrikan ditujukan kepada pengusaha penyedia ketenagalistrikan 4) Terlaksananya Bimtek Audit Energi kepada aparat pemerinth daerah dan atau para pengguna energy kapasitas besar di Kab. Takalar, Luwu Utara, Luwu Timur dan kota Pare-pare sebanyak 50 orang tiap Kabupaten. 5) Pengadaan barang/material untuk pembangunan biogas rumah sebanyak 270 unit yaitu; 30 unit di Kab.Luwu Utara, 30 unit di Kota Palopo, 30 unit di kab. Maros, 30 unit di Kab. Luwu Timur, 30 unit  di Kab Soppeng, 30 unit di Kab.Selayar, 30 unit di Kab.Sinjai, 30 unit di Kota Pare-pare. Juga dilakukan survey kelayakan pembangunan biogas rumah di kab. Tanatoraja, toraja utara, enrekang, luwu dan gowa. Dan seminar pemanfaatan tenaga surya sebagai energy listrik SulSel di Makassar 6) Terlaksananya Distribusi Migas Tepat Waktu, Harga, Mutu dan sasaran 7)  Tersedianya Data Pengguna Gas LPG yang akurat 8) pembinaan konservasi dan lingkungan migas di Kab. Bone, Soppeng, Sidrap dan luwu Utara dengan tujuan meningkatnya kesadaran pemrakarsa penyalur minyak untuk serius dalam melaksanakan program keselamatan kerja dan lindungan lingkungan hidup 9) Tersedianya laporan tentang gas alam yang ada di Kab. Wajo 10)  Analisis kebutuhan LPG 3 Kg bagi masyarakat nelayan di Kab. Wajo, Barru dan Sinjai. 11) Melakukan Pengawasan nomor pelumas terdaftar yang beredar di pasaran di 5 Kab/Kota Luwu, Palopo, Barru, Pangkep dan Makassar. 

5. Program Pemetaan dan Penyelidikan Geologi Sumber Daya Mineral, Batubara dan Panas Bumi serta Eksplorasi dan Penyediaan Air Tanah. Untuk mewujudkan pelaksanaan program ini dialokasikan anggaran sebesar Rp. 4.395.750.000,- dan realisasi keuangan mencapai Rp. 3.841.839.779,- dengan realisasi fisik 94,53 %  dan realisasi keuangan 87,40 % yang diarahkan untuk meningkatkan persentase pemanfaatan sumber daya mineral, batubara dan panas bumi serta air tanah. Hasil yang dicapai adalah : 1) Optimalisasi pemanfaatan data dan  informasi geologi lingkungan untuk pengembangan tata ruang wilayah, data kelayakan mineral dan investasi di Kab. Sidrap, Enrekang, dan Pinrang; Bimtek  Mitigasi Bencana Geologi di Makassar, Bimtek Informasi Geologi lingkungan dalam perencanan pembangunan wilayah di kota Makassar, Penyelidikan Bahaya Gerakan Tanah di Sinjai Barat, dan Pemetaan Zona kerentanan Gerakan Tanah di Kabupaten Sinjai Tengah. 2) Pemetaan dan penyelidikan sumberdaya mineral dan batubara di Kab. Pangkep dan Kab. Barru sehingga Tersedia data dasar mengenai potensi bahan galian kromit di sekitar daerah Bulu Moreno serta kemungkinan penggunaannya dan tatacara penambangan sebagai bahan baku industry refraktoris, bahan baku industry metalurgi, dan industry kimia. 3) Data potensi panas bumi  di Kabupaten Bone Sulawesi Selatan 4) Data Informasi kondisi cekungan Air Tanah di kab. Barru dan Gowa 5) memberikan bantuan berupa pengadaan sumur bor sebanyak 7 titik sumur yang tersebar di 7 Kab./Kota yaitu Kab.Sidrap,Gowa, Soppeng, Pinrang, Bulukumba, Enrekang dan Kab.Bone untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan air bersih,  Bimtek Juru Bor di Makassar dan Bimtek pengelolaan air tanah di makassar 6)  Pemetaan Geologi Kawasan Karst dilaksanakan di Kab. Enrekang dan Kab. Tana Toraja yang memiliki potensi karst yang cukup menarik jika dikembangkan sebagai daerah wisata dan laboratorium alam. Lokasi kawasan karst di wilayah ini, menyebar di bagian tengah memanjang dari selatan ke utara pada jalur jalan protocol yang menghubungkan kedua daerah tersebut, penyebaran lokasi lainnya terdapat pada bagian barat dan setempat-setempat di bagian timur daerah ini. Pemetaan di fokuskan di Gua Patumang dan Mata Air di Desa Baroko Kec. Baroko Kab. Enrekang dan Fenomena Kars di Kampung Torre serta mata air Tilanga' di Kelurahan Sarira Kec. Makale Utara.  

6. Program Pengawasan dan Penertiban Kegiatan Rakyat yang Berpotensi Merusak Lingkungan. Untuk mewujudkan pelaksanaan program ini dialokasikan anggaran sebesar Rp. 2.399.319.280,- dan realisasi keuangan mencapai Rp. 2.252.616.020,- dengan realisasi fisik 99,59 %  dan realisasi keuangan 93,89 % yang diarahkan untuk meningkatnya persentase pengawasan dan penertiban kegiatan rakyat yang berpotensi merusak lingkungan. Hasil yang dicapai adalah : 1) Pembinaan dan Pengawasan K3  yang difokuskan pada perusahaan pemegang surat izin usaha pertambangan (IUP) operasi produksi yang melakukan penambangan mineral logam, non logam, dan batuan di Kota Pare-pare, Kab. Palopo, Kab. Gowa, Takalar, Bulukumba, Sinjai, Bone, Soppeng, Luwu, Luwu Utara, Toraja Utara, Tana Toraja, Wajo, Sidrap, Pinrang, Bantaeng, Jeneponto, OPangkep, Maros, Barru, Luwu Timur, Enrekang, dan Kep.Selayar; 2) Melaksanakan penertiban terhadap kegiatan pertambangan tanpa izin (PETI) di 23       Kabupaten yaitu : Kab. Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, Selayar, Sinjai, Bone, Soppeng, Wajo, Maros, Pangkep, Barru, Kota Pare-pare, Sidrap, Pinrang, Enrekang, Tana Toraja, Toraja Utara, Kota Palopo, Luwu, Luwu Utara, dan Luwu Timur 3) Melaksanakan pembinaan pengusahaan pertambangan se Sulawesi Selatan terhadap pemegang Izin Usaha Pertambangan Sulawesi Selatan untuk Tahun 2015 berjumlah 680 Izin. 4) Melakukan Pemantauan pengelolaan konservasi dan lingkungan pertambangan di 16 Kabupaten/kota di lokasi kegiatan penambangan baik yang diusahakan perusahaan maupun perorangan yang dimaksudkan untuk member arahan, petunjuk, koreksi secara langsung bila diketemukan pelaksanaan yang tidak sesuai dengan kaidah pertambangan dan peraturan perundangan yang berlaku 5) Penyusunan peta Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) guna mempersipakan data dan informasi  keberadaan potensi mineral dan batubara di Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) agar dapat terlaksana kegiatan usaha pertambangan di Wilayah tersebut yaitu WIUP Bangkalan Barat Kab. Jeneponto, WIUP Biring Bulu Kab. Gowa, dan WIUP Polombangkeng Utara Kab. Takalar 6) Melakukan pengawasan dan pendataan produksi mineral dan batubara. 

  

E. Permasalahan dan  Solusi

Berikut ini disampaikan beberapa permasalahan dan solusi yang dilakukan terkait dengan pelaksanaan program/kegiatan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral :

 

 

BAB IV 

PENUTUP

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKj) Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2015 merupakan laporan pertanggung jawaban pelaksanaan kegiatan Tahun Anggaran 2015 sekaligus sebagai tindak lanjut atas  Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja Dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.

Pencapaian laporan ini didasarkan pada penetapan kinerja dan indikator kinerja kegiatan melalui pengukuran kinerja yang telah di evaluasi Berdasarkan kebijakan, program dan kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sulawesi Selatan dalam Tahun Anggaran 2015. Sedangkan nilai rata-rata capaian sasaran Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral tahun 2015 adalah 99,02 %  dengan rata-rata nilai indikator tiap sasaran adalah sebagai berikut : 

1. Terwujudnya Pelayanan Administrasi Perkantoran dengan Termanfaatkannya Dokumen Administrasi Ketatausahaan dengan rata-rata nilai capaian 100 %.

2. Terwujudnya Peningkatan Kapasitas dan Kinerja SKPD dengan Termanfaatkannya sarana dan prasarana kinerja aparatur dengan rata-rata nilai capaian 100 %.

3. Terwujudnya Peningkatan Pengembangan Sistem Perencanaan dan Sistem Evaluasi Kinerja dengan Termanfaatkannya Laporan Capaian Realisasi Kinerja dan Keuangan SKPD dengan rata-rata nilai capaian 100 %.

4. Terlaksananya Pembinaan dan Pengembangan Desa Mandiri Energi dengan Terpenuhinya Kebutuhan Listrik untuk 900 KK terpencil yang belum terjangkau Listrik PLN  dengan rata-rata nilai capaian 100 %.

5. Meningkatnya presentase Pemetaan dan Penyelidikan Geologi, SDM, Batubara, dan Panas Bumi serta Eksplorasi dan Penyediaan Air Tanah dengan Termanfaatkannya Data dan Informasi Pemetaan dan Penyelidikan Geologi dan Tata Lingkungan dengan rata-rata nilai capaian 94,53 %.

6. Meningkatnya presentase Pengawasan dan Penertiban Kegiatan Rakyat Yang Berpotensi Merusak Lingkungan Meningkatnya Pemahaman dan Kepatuhan Terhadap K3 Pertambangan dengan rata-rata nilai capaian 99,59 %. 

 

Beberapa hal yang berpengaruh sehingga pencapaian kinerja sasaran Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Selatan Tahun 2015 belum tercapai secara optimal disebabkan hal-hal sebagai berikut : 

1. Kegiatan pemboran di Kabupaten Sinjai tidak dapat terselesaikan akibat kondisi alam dan terbatasnya waktu pelaksanaan kegiatan yang tidak dapat diperpanjang akibat berakhirnya waktu pelaksanaan kegiatan TA. 2015.

2. Tidak dilaksanakannya Kegiatan Inventarisasi dan Pemetaan Kegiatan Usaha Pertambangan Tanpa Izin (PETI) tahun anggaran 2015 dikarenakan alokasi anggaran untuk pengadaan LCD/Proyektor di tempatkan pada Kegiatan Inventarisasi dan Pemetaan Kegiatan Usaha Pertambangan Tanpa Izin (PETI) yang seharusnya ada pada kegiatan Pengadaan Peralatan Kantor hal ini dimaksudkan untuk mendukung prinsip tertib penganggaran

Oleh karena itu untuk tahun yang akan datang diupayakan langkah-langkah antisipatif untuk Tahun 2016, yaitu :

1.  Pengadaan sarana dan prasarana operasional untuk menunjang tugas pokok Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sulawesi Selatan.

2.  Menganggarkan kembali pembuatan sumur bor di Kabupaten Sinjai.

3.  Melaksanakan sosialisasi, pembinaan dan pengawasan ke Kabupaten/Kota sertaRapat Sinkronisasi se Kab/Kota se Sulawesi Selatan.

4.  Melaksanakan program kerja yang ada di lingkup Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sulawesi Selatan.

5.  Melaksanakan proses pengalihan Personil, Pendanaan, Prasarana dan sarana, dan Dokumen (P3D) sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-undang No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Sebagaimana diketahui bahwa Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKj) Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sulawesi Selatan untuk tahun anggaran 2015  merupakan pengukuran kinerja instansi pemerintah oleh karena itu dimasa mendatang Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sulawesi Selatan akan melakukan berbagai langkah untuk lebih menyempurnakan pelaporan ini agar terwujud tujuan untuk menampilkan data yang bersifat transparan dan akuntabel, serta sebagai acuan dalam melakukan perencanaan pada tahun-tahun berikutnya.  Dengan mengacu pada Kinerja Instansi Pemerintah (LKj) ini baik itu menyangkut Visi, Misi, Tujuan, sasaran diharapkan akan lebih jelas, terarah dan terukur.

 

INFORMASI SEKRETARIAT

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prev Next

Sulsel Masih Butuh 60 Inspektur Pertambangan

Sulsel Masih Butuh 60 Inspektur Pertambangan

* Untuk awasi Perusahaan Tambang  Banyaknya potensi tambang dan perusahaan pertambangan di Sulsel ternyata tidak dibarengi dengan jumlah inspektur pertambangan untuk mengawasi aktivitas pertambangan yang ada di Sulsel. Dari 675 perizinan...

Read more

Struktur Organisasi

Struktur Organisasi

STRUKTUR ORGANISASI DINAS ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL PROVINSI SULAWESI SELATAN

Read more

PERINGATAN DINI

PERINGATAN DINI

“PERINGATAN DINI”( EARLY WARNING )PETA PRAKIRAAN WILAYAHPOTENSI TERJADI GERAKAN TANAH / TANAH LONGSORDI PROVINSI SULAWESI SELATAN Dalam rangka upaya mitigasi gerakan tanah dan membangun kesiapsiagaan pemerintah daerah dan masyarakat untuk menghadapi...

Read more

Tanpa Infrastruktur Jalan, Dewi YL Tutup Tambang

Tanpa Infrastruktur Jalan, Dewi YL Tutup Tambang

Sikap tegas ditunjukkan politikus Hanura di DPR asal Sulsel, Dewi Yasin Limpo terhadap beberapa perusahaan tambang yang belum berkontribusi maksimal bagi daerah. Terutama bagi perusahaan yang belum membuat infrastruktur jalan...

Read more

Freeport dan Newmont Setuju Setor Jaminan Smelter

Freeport dan Newmont Setuju Setor Jaminan Smelter

Perusahaan tambang multinasional, PT Freeport dan PT Newmont Nusa Tenggara, setuju menempatkan dana jaminan pembangunan smelter kepada pemerintah. Jaminan itu ditempatkan di bank plat merah. “Freeport menawarkan US 100 Dollar juta...

Read more

JURNAL

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prev Next

GEOLOGI LINGKUNGAN

GEOLOGI LINGKUNGAN

OLEH : MUH. JAFAR 1. PENDAHULUAN Geologi Lingkungan merupakan cabang ilmu geologi yang mempelajari interaksi antara alam yang disebut lingkungan geologis (geological environment) dengan aktivitas manusia yang bersifat timbal balik. Geologi Lingkungan...

Read more

GEOWISATA TANA TORAJA (UTARA) MENYAMBUT “LOVELY DECEMB…

GEOWISATA TANA TORAJA (UTARA) MENYAMBUT  “LOVELY DECEMBER”

Oleh Nataniel CJ.Tappi *) Sebagai salah satu daerah andalan  Propinsi Sulawesi Selatan di sektor pariwisata ; Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara memiliki banyak  potensi sumber daya alam yang menarik untuk...

Read more

EKSPLORASI UMUM BAHAN GALIAN LEUSIT

EKSPLORASI UMUM BAHAN GALIAN LEUSIT

EKSPLORASI UMUM BAHAN GALIAN LEUSIT DI KABUPATEN BARRU Oleh : Ryandi Januar Pratama, ST Staf / Fungsional Umum Bidang Geologi dan SDM Dinas ESDM Prov Sulsel   PENDAHULUAN Mineral leusit merupakan bahan galian industri yang...

Read more

MENGENAL POTENSI PANAS BUMI KANANDEDE KECAMATAN LIMBON…

MENGENAL POTENSI PANAS BUMI KANANDEDE  KECAMATAN LIMBONG KAB.LUWU UTARA

OLEHNATANIEL CJ.TAPPI*) I.PENDAHULUAN Kebutuhan pada sektor energi hingga saat ini menjadi salah satu tulang punggung dalam upaya  dapat menopang laju pembangunan yang semakin genjar dilaksanakan baik oleh pemerintah maupun elemen masyarakat lain...

Read more

MINERAL DAN ENERGI DALAM PUSARAN KEMARITIMAN TELUK BONE

MINERAL DAN ENERGI DALAM PUSARAN KEMARITIMAN TELUK BONE

  Oleh M.Djafar (Penyelidik Bumi Dinas ESDM Sul-Sel)   Indonesia sebagai Negara maritim sudah dikenal sejak dahulu; semboyan Jalasveva Jayamahe (di laut kita jaya) merupakan simbol untuk menunjukkan bagaimana kejayaan dan kemakmuran serta kekayaan...

Read more

 DINAS ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

Jalan : A. P. Pettarani Telp. (0411) 873045 – 873624 – 874467 Fax (0411) 873524 (Hunting) 875543

MAKASSAR Kode Pos 90222